Bad Genius

Ketika gue kelas 2 SMP, gue punya temen sebut aja Timmy yang setiap ujian sekolah itu selalu nyontek. Tidak semua mata pelajaran dia bisa menyontek namun hampir sebagian bisa seperti pelajaran geografi dan ekonomi (gue lupa masi ada beberapa mata pelajaran yang bisa). Tingkat kesuksesan dalam contek-mencontek ini tergantung pada pengawas atau guru yang mengajar, apabila bukan guru killer, maka tingkat kesuksesan untuk mencontek semakin tinggi. Timmy pun dalam menjalankan trik menconteknya tidak sendirian, karena Timmy merupakan teman sebangku gue, jadi gue terjebak dalam dunia contek-mencontek. Seperti bermain game ada yang carry dan ada yang support jadi kalian tahu lah ya role gue itu sebagai apa.

Dalam “Kamus Timmy” mencontek itu ada beberapa level, berikut penjelasannya:
1. Noob: Ini merupakan pencontek pemula yang sebelum hari H ujian dia sudah persiapkan contekan-contekan melalui kertas-kertas kecil. Dia memerlukan usaha untuk menyalin contekan dan ada kemungkinan kunci jawaban yang ditulis dengan susah payah itu berguna untuk menjawab soal. Biasanya mereka sering digulung di dalam kaos kaki, di dalam tutup tip-ex, dan masih banyak lagi. Karena terkadang susah banget buat untuk mengeluarkan contekan atau membaca contekan yang ditulisnya. Alhasil mereka mengurungkan niat mereka untuk mencontek dan pasrah dengan keadaan.

2. Beginner: Dalam tahap ini, pencontek masih melakukan cara mencontek level noob, namun hanya untuk sebagai backup plan saja apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mencontek. Sisanya, mereka akan menunggu jawaban dari teman yang terpercaya alias rajin belajar yang akan menyalinkan jawaban untuk mereka dengan menggunakan tempelan label.

3. Master: Pencontek sudah memiliki kepercayaan tinggi dan tidak ada lagi keraguan dalam melakukan contek-mencontek. Dia tidak perlu mencatat jawaban atau bergantung pada orang lain karena bisa mereka lakukan sendiri. Namun, terkadang membutuhkan rekan juga apabila gerak-geriknya dicurigakan oleh pengawas ujian. Trik yang digunakan yaitu open book dengan sudah menandakan hal-hal yang penting pada buku.

Timmy dan gue mencapai masa-masa kejayaan ketika itu dapat menjalankan misi kita secara lancar tanpa ketahuan. Kebetulan sekali di meja kita ada sebuah laci yang berguna untuk menaruh buku dan sebagainya, serta di meja Timmy terdapat celah kecil yang dapat menembus ke laci di bawah meja, sehingga apabila membuka buku dari laci bawah, dia dapat melihat bacaan dari buku melalui celah kecil tersebut.

Karena role gue sebagai support maka tugas gue biasanya yang suka menyembunyikan buku Timmy apabila ada guru yang menghampiri Timmy untuk berjaga-jaga serta yang menginformasikan kalau guru datang menghampiri dia dan sebaliknya, karena ketika mencontek posisi dia harus menunduk dan seperti tiduran di meja, maka ketika guru datang mencurigai dia, selalu saja dia disangka tertidur ketika sedang ujian. Jadi, tugas gue menyembunyikan barang bukti dengan sebaik-baiknya dan terkadang suka open book apabila kondisi memungkinkan. Oya, gue juga terkadang di bantu oleh teman yang duduk di belakang gue dalam menyembunyikan buku apabila kita dicurigain.

Ketika jawaban sudah di ketahui, apabila pilihan ganda maka kita bisa menggunakan bahasa isyarat, apabila essay Timmy dan gue melakukan tukar kertas ujian di mana jawaban yang gue tidak tau akan dituliskan oleh Timmy point-point pentingnya menggunakan pensil dan juga sebaliknya gue melakukan hal itu.

Ada bagian lucu, karena kita berdua suka diperhatikan oleh teman-teman gue dikelas seperti S,M dan C karena mencontek terang-terangan. Salah satu teman gue yaitu M ingin melakukan hal serupa seperti gue dan Timmy. Dia menggunakan trik menukar kertas ujian dengan teman conteknya dan berhasil, namun ketika berhasil melakukan penukaran kertas, tidak lama dari itu, tanpa tau kenapa tiba-tiba pengawas datang menghampiri dan sekejap mengambil kertas ujian yang dipegang M dan langsung dikumpulkan juga. Sebagai catatan, kertas ujian yang sedang dipegang M itu bukan milik dia melainkan atas nama orang lain.

Tapi, untungnya aja dia naik kelas bareng kita. Kalo ngga, jadinya ga lucu deh ketinggalan sendiri. Masa temen tega ninggalin temennya?

7 thoughts on “Bad Genius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s