Hari Terakhir

Hujan yang rintik-rintik

Di awal bulan itu

Penambah nikmatnya malam syahdu

Aku terbangun dari tidurku yang nyenyak. Hari itu adalah Sabtu, jadi aku bisa leha-leha sejenak dan bangun siang terlepas dari rutinitasku. Seperti biasa aku bergegas merapihkan diriku agar terlihat tampan di depan dia, karena kebetulan sekali dia mengajak diriku keluar untuk pergi seharian, padahal biasanya waktu demi waktu hanya kita habiskan di rumah dia atau di rumah ku untuk sekedar menonton film atau masak bersama belakangan ini. Ah… mungkin dia sudah bosan dan butuh suasana baru jadi tidak masalah.

Aku memilih menggunakan kaos kerah, karena aku ingat dia pernah bilang kalau aku bagus kalau pakai kaus berkerah dan dia suka akan hal itu, menggunakan sepatu agar selalu terlihat rapih, serta parfum biar apa hayo?

Aku pun pergi menggunakan mobil sirion tahun lama yang dipinjamkan oleh orang tua ku pergi ke tempat tujuan. Dan tidak lupa aku menuliskan pesan untuk dia.

“Siap meluncur ke TKP”.

Singkat cerita, dia sudah ada di sebelahku. Dengan menggunakan baju kemeja warna abu-abu yang ku belikan di Uniqlo, wajah yang pucat mungkin karena make up, dilapisi senyum yang tidak akan pernah ku lupa berkata dan memberikan arahan kita akan pergi ke tempat ini dan ini. Kalian tahu apa yang disukai pria ketika sudah sering pergi jalan dengan wanita? inilah jawabannya. Haha….

Aku terkejut mendengar itu, tidak seperti biasanya. Biasanya dirinya suka dengan hal yang spontan, kini dia berubah menjadi ter-planning dengan baik.

“Kamu kesambet apa hari ini?” tanyaku.

Dia menjawab dengan lembut, “Sayang, udah pasrah aja terima jadi, nikmatiin hari ini sama aku yah.”

Akhirnya aku tidak bertanya banyak hal, aku percaya aja sama dia. Mungkin ada sesuatu yang dia rencanakan untuk ku. Waktu berjalan dengan cepat sekali, tidak terasa langit sudah gelap disertai tangisan langit yang deras. Dia memeluku dengan erat seakan kita tidak akan bertemu lagi. Dia berkata

“Aku sayang kamu tau”, sahut dia.

Belum sempat aku ingin berkata, dia menyela perkataanku “ada yang ingin aku katakan sama kamu.”

“Apa?” jawabku sembari menelan ludah.

“Hari ini adalah hari terakhir ku”, jawab dia.

One thought on “Hari Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s